Kita dan Kata

Aku tahu betul bagaimana berada diposisimu saat ini.

Ketika realitas tidak sesuai dengan ekspektasi. Gagal yang selalu harus diabaikan ketika datang menghantui, kini ia benar-benar hadir. Bukan lagi menjadi hantu, melainkan ia hadir dengan sebenar-benarnya. Gagal yang hanya berani aku lihat dari kejauhan, kini ia benar-benar nyata dipelupuk mata.

Hari ini, aku kembali berjanji pada diriku sendiri. Untuk tidak berlarut-larut mengutuk diri sendiri, untuk tidak bersikap bodoh mengutuk keadaan, mengutuk masa depan bahwa aku tidak akan bisa sukses karena kegagalan hari ini. Bahkan, pada Tuhan akupun berjanji untuk tidak menyalahkan pada setiap apa yang sudah Tuhan putuskan.

Aku percaya, Tuhan selalu punya kejutan yang mengagumkan kelak. Aku percaya, bahwa setiap kerja keras yang selama ini sudah aku usahakan, setiap doa yang selama ini aku langitkan; pasti akan berujung baik, pasti akan berujung indah, karena Aku percaya, Tuhan lebih tahu kapan waktu terbaik untuk mengabulkan segala doa yang aku semogakan. Tuhan lebih tahu kapan waktu terbaik untuk mengiakan segala kerja keras yang aku usahakan.

Kalau bukan sekarang, mungkin nanti. Jika bukan ini, mungkin itu.

Sampai pada suatu ketika aku akan benar-benar menyadari bahwa keputusan Tuhan memang yang paling baik untuk diharapkan, dan “Terima kasih Tuhan, karena dulu aku pernah gagal”.

Yang aku harus lakukan saat ini adalah, berusaha tegar, berusaha bangkit, berusaha untuk berprasangka yang baik; meski diri masih benar-benar dalam luka karena kekecewaan.

Untuk setiap aku yang sedang gagal, mari untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan.

Bagi kamu yang sedang dalam kegembiraan, kalimat ini mungkin klise, tapi, untuk setiap aku yang sedang dalam kegagalan, barangkali ini bisa mengobati.

Salam, dari aku yang dulu pernah gagal, dan masih tertatih-tatih menaiki tangga keberhasilan.

Tuhan lebih tahu
kapan waktu terbaik
untuk mengabulkan segala
doa yang kamu semogakan.

Tuhan lebih tahu
kapan waktu terbaik
untuk mengiakan segala
kerja keras yang kamu usahakan.

Kalau bukan sekarang,
mungkin nanti.
Jika bukan ini,
mungkin itu.

@setiyantohendri

Baca Juga: Sekilas Tentang Buku Kita dan Kata Karya Jein @setiyantohendri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

error

Please follow & like us :)