Blog

oo

Maraknya Sunda Empire di media massa membuat masyarakat semakin bingung sama negeri ini. Mulai dari kerajaan baru, ratu dan raja dengan banyaknya pengikut, sampai pembahasan yang semakin absurd untuk diikuti. Perkembangan kerajaan yang dibuat-buat oleh pemimpin Sunda Empire memang “ngadi-ngadi” saja. Daripada enggak jelas, lebih baik sejarah ini yang mesti diikuti.

Apa lagi kalau bukan sejarah Bandung yang dijelaskan dalam novel Helen dan Sukanta. Novel yang berlatarbelakang tahun 1900-an ini menceritakan Indonesia yang masih bernama Hindia Belanda. Helen merupakan warga Belanda yang tinggal di Ciwidey. Ia bertemu dengan Sukanta, warga pribumi yang berada

Kawasan yang relatif tua di Kota Bandung disebut dalam novel Helen dan Sukanta. Mulai dari Alun-alun, Societeit Concordia, Savoy Homan, Jalan Braga, Viaduct, BMS, dan kawasan interniran.

Daripada ngadi-ngadi kayak Sunda Empire, mendingan kenalan deh sama sejarah Indonesia. Khususnya di Kota Bandung. Napak tilas dari novel ini juga bikin kamu berwawasan dan semuanya jelas terdata dalam sejarah Indonesia.

Dimulai dari kawasan Alun-Alun yang penuh dengan ritual sejarah. Konferensi Asia Afrika, Soekarno yang pernah menetap di Bandung, Jalan Braga yang penuh dengan bangunan cagar budaya, atau Gedung Merdeka sebagai tempat pertemuan negara Asia dan Afrika.

Jika kamu telusuri sejarah di Kota Bandung, berkunjunglah ke kawasan Asia Afrika ini. Karena kamu dapat melihat banyak keindahan bangunan bergaya eropa di ruas jalan besar. Seperti Gedung De Vries, Savoy Homan, Gedung Museum Konferensi Asia Afrika, dan gedung LKBN Antara.

Setelah kamu mengitari ruas Jalan Braga dan Asia Afrika, kamu juga bisa ke Banceuy. Di mana Soekarno dipenjara oleh Belanda karena dianggap berbahaya. Sampai saat ini, situs penjara Soekarno di Jalan Banceuy bisa kamu saksikan lho.

Melaju ke Jalan Perintis Kemerdekaan, ada Gedung Indonesia Menggugat (GIM). Tempat Soekarno diadili oleh Belanda. Gedung ini tentu masih terawat sampai hari ini. Di dalamnya sering diadakan acara seni atau diskusi dari berbagai komunitas atau organisasi masyarakat.

Mau mengunjungi Rancabali? Boleh ke Bandung Selatan, daerah Ciwidey. Dimana Helen dan Sukanta bertemu untuk pertama kalinya. Selain mengitari perkebunan, kamu juga bisa menjajal makanan hangat di sepanjang jalan seperti jagung atau ketan bakar.

Belum puas? Mendingan baca Helen dan Sukanta supaya semakin cinta sama keindahan sejarah Indonesia.

BACA JUGA : Lomba Review Helen dan Sukanta dapat Uang Jutaan Rupiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *