Blog

RHDPK

Di Perkebunan karet jam 10 malam, seharusnya Pak Heri sudah pulang, tapi belum ada pergerakan di kejauhan. Hanya gelap bersuara hening dan sunyi. Beliau berkunjung ke rumah Pak Lurah memenuhi undangan selamatan atas kelahiran cucunya. Aku gak diperbolehkan untuk ikut, karena baru saja sembuh dari sakit. Inilah kisah sebuah rumah di perkebunan karet.

Rumah di Perkebunan Karet ini merupakan cerita tentang dua orang yang tinggal menjadi penjaga perkebunan karet. Nahas, banyak cerita yang membuat bulu kuduk merinding. Pengalaman horor ini dialami oleh dua orang, Heri dan Wahyu.

Apakah ini nyata?

Ya, tentu! Kisah yang terjadi di tahun 2000 ini akan menjadi kisah paling horor di 2020 nanti.

Aku duduk di teras berteman segelas kopi dan sebungkus rokok, gelas kopi sudah ku isi dua kali, sedangkan bungkus rokok hanya menyisakan satu batang saja di dalamnya. Sementara Pak Heri belum datang juga, semoga sebentar lagi.

Pak Heri dan Wahyu adalah dua orang yang menduduki rumah tersebut. Meski berbeda kamar tidur, mereka tetap saling menunggu satu sama lain. Entah mengapa saat itu Pak Heri belum juga datang.


Rumah yang sudah dua tahun lebih kami tinggali ini, beserta perkebunan karetnya, seharusnya sudah menjadi tempat yang nyaman, seharusnya sudah menjadi rumah yang membuat kerasan, seharusnya. Tapi ternyata tidak demikian, aku dan Pak Heri masih saja seperti “tamu” di sini, hanya sebagai pengunjung di perkebunan ini.

Pak Heri dan Wahyu tetap bertahan dengan keadaan yang sangat menyeramkan. Betapa hebohnya di hari pertama mereka langsung diteror oleh sosok yang tak dikenal. Sampai dua tahun berselang, mereka tetap saja seperti itu.

Ada “tuan rumah” yang sebenarnya, ada yang sepertinya masih menganggap kalau wilayah ini adalah miliknya, gak boleh ada yang tinggal di sini dan menguasainya selain mereka.
Kami sudah mengerti akan kondisi ini, hanya saja belum menemukan cara untuk menyikapinya, hanya bisa pasrah dan coba menjalani semuanya dengan normal.

View this post on Instagram

1 atau 2? . #thepanasdalampublishing #rhdpk

A post shared by The Panasdalam Publishing (@thepanasdalam_publishing) on

BACA JUGA : 5 Fakta Soal Brii Penulis Horor

Keadaan ini memang menjadikan Wahyu serba salah. Ingin meninggalkan rumah, takut Pak Heri datang lebih dulu. Kalau tidak, ya bagaimana.

 Udara yang tadinya cukup dingin berangsur menghangat, awan tipis perlahan datang memenuhi ruang langit yang birunya memudar menjadi abu-abu. Bulan seperti sedih karna sinarnya meredup tertutup awan, pecah menjadi serpihan tipis menerangi langit seadanya. Tampaknya sebentar lagi turun hujan.

***

Rumah di Perkebunan Karet menjadi novel yang wajib kamu tunggu. Apalagi bagi pencinta horor, karya Brii Story ini harus kamu tunggu. So, jangan sampai terlewat info rilisnya ya!

Tonton selengkapnya: Rumah Hantu di Perkebunan Karet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *