Membayangkan banyak kata dan pengalaman hidup akan tetapi sulit untuk disusun sebagai kalimat. Seringkali terjebak pada angan-angan, ternyata hidup esok masih terus berputar. Kesepian dan kesendirian menjadi harapan, namun teman tak kunjung datang. Apakah itu kamu?

Keramaian saat ini menjadi ilusi. Kita memang sedang tidak baik-baik saja. Nyatanya, roda kehidupan semakin mendempet kepada riuh-riuh manusia yang terus mengudara kata-kata. Lewat suara, gambar, demonstrasi, atau secarik kertas kecil yang terbuang begitu saja.

Beberapa penulis menyaksikan banyak cerita dan kegelisahan jiwa raga manusia. Mereka menyusunnya dalam bentuk puisi dan prosa. Kosa kata yang menggunung, mereka daki pelan-pelan. Akhirnya, mereka pun sampai pada tujuan : puncak. Ya, mereka pun sanggup menghimpun ratusan kata menjadi bermakna dan berarti. Mungkin mereka adalah temanmu, teman sebayamu saat ini, ketika kamu sulit menemukan seseorang. Mau aku beritakan rahasianya?

Semoga Lekas Lega

Faisal Syahreza menyusun kata pelan-pelan. Menyusuri waktu dan pagi sampai sorenya. Buat mereka yang pernah punya kesamaan pengalaman, lantaran hidup di bawah langit yang sama. Atau udara yang dihirup serupa. Faisal berpesan bagi kamu yang ingin melihat sekilas dalamnya buku ini

Tulisan-tulisan di buku ini, gak sesempurna yang dibayangkan kita sebagai manusia–bisa jadi. Enggak bikin orang jadi setia, tapi mungkin lebih percaya kalo gak setia itu risikonya terluka. Enggak bikin orang jadi memaafkan masa lalu, tapi bisa menerima bagian diri kita yang pernah bikin malu. Enggak bikin orang jadi tulus, tapi seenggaknya bisa bikin mikir gimana cara biar diri sendiri keurus. Enggak bikin orang jadi sembuh dari kesedihan, tapi seiring waktu bisa berdampingan dengan kesedihannya. Makanya, aku beri judul Semoga Lekas Lega, supaya sering diucapkan untuk diri kita sendiri

Kita dan Kata

Jein “Setiyanto Hendri” baru saja merangkum aneka tulisannya yang beragam dari ratusan sisi dan sudut pandang. Ia kemas bernama Kita dan Kata, yang katanya tidak pernah selesai dengan kata-kata. Meskipun baru akan rilis di bulan November nanti, Kita dan Kata sudah punya penunggunya masing-masing. Mereka antusias untuk kehadiran teman baru : Buku Kita dan Kata.

Ini, untuk kamu. 
Untuk siapapun kamu yang tak pernah bosan mengulik ruang perasaan dan imajinasiku. Terima kasih, karena kamu telah ada. Terima kasih karena telah diam-diam mendoakan sehingga ini benar-benar ada.

5 Detik dan Rasa Rindu

buku puisi

Kumpulan puisi karya artis cantik Prilly Latuconsina ini memang sempat membuat warganet takjub. Selain pintar beradu peran, ternyata Prilly mampu membuat kumpulan puisi yang disebut 5 detik dan rasa rindu. Bahkan, beberapa public figure sempat mengulas bukunya Prilly yang membuktikan bahwa ia remaja yang menuangkan kegelisahan menjadi karya.

Mencurahkan isi hati melalui puisi bukanlah perkara mudah.Ketika remaja lainnya sibuk curhat pada sahabat, Prilly menuangkannya lewat kata-kata. Buku ini membuktikan bahwa Prilly bukan hanya sosok bintang sinetron yang digilai jutaan orang. Mari kita berhenti memanggil Prilly dengan Ratu Serigala, karena sekarang dia adalah pujangga.

Soleh Solihun (aktor& komedian)

BACA JUGA : SEKILAS TENTANG BUKU KITA DAN KATA KARYA JEIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

error

Please follow & like us :)