Blog

Cerita mistis

Percaya enggak sih sama yang namanya hantu? Atau kalian punya kisah horor selama hidup yang selalu diingat di memori? Tentu kalau soal cerita horor biasanya pada inget tuh soalnya kan udah ketakutan dan diceritain lagi ke temen.

Meskipun agak menakutkan, rasanya hal-hal ghaib selalu aja ada di sekitar kita. Apalagi buat orang yang emang punya kemampuan merasakan hal-hal gaib, pasti selalu aja ada cerita. Dimanapun tempat dan waktu, ada aja yang bikin bulu kuduk merinding~

Kalau kamu penasaran, mimin mau ngasih tahu nih sepenggal cerita horor yang pernah dirasakan sama beberapa teman mimin.

Wanita di RS Salemba

Mila adalah seorang wartawan yang ditempatkan di sebuah Rumah Sakit Salemba khusus untuk meliput dan mengabarkan berbagai kecelakaan. Saat itu tahun 1999, dimana belum ada teknologi bahkan aplikasi Whatsapp yang dapat mengabarkan sesuatu dengan cepat. Mila memang sudah lama ditempatkan di rumah sakit, khususnya di kamar mayat.

Biasanya, tugas wartawan di kamar mayat adalah mencari tahu berbagai kecelakaan dari korban yang datang. Kamar mayat adalah tujuannya. Berbagai pengalaman horor telah dirasakan oleh Mila. Salah satunya bertemu wanita berperawakan tinggi dengan rambut sepinggang menggunakan dress putih. Mukanya cantik blasteran Indo-Belanda dengan bibir merah merona. Malam itu memang Mila tengah menunggu kabar kecelakaan. Namun yang datang adalah wanita tersebut bernama Rania.

Rania menghampiri Mila yang sedang menunggu di luar kamar mayat menunggu temannya Adi yang di toilet. Ia bertanya apakah ada korban kecelakaan tol Cikampek yang datang ke kamar mayat. Mila tentu menggelengkan kepala sembari menatap Rania dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rania hanya tertunduk lesu sembari menangis kecil tersedu. Mila hanya diam dan tidak enak dengan Rania. Terlihat di dadanya ada sobekan dengan warna merah seperti tumpahan saus. Rania pun pergi tanpa sepatah kata.

Satu jam kemudian setelah itu, Adi pun datang. Mila kesal karena Adi begitu lama di toilet. Adi berkata bahwa ia bertemu wanita dengan dress putih bernama Rania. Sontak mereka terdiam dan menatap masing-masing. Pukul 01.00 saat itu, dua suster mendorong kasur dengan wanita di atasnya. Mila bertanya kepada suster tengah ada kecelakaan apa. Saat ia melihat wanita yang tergeletak tak bernyawa itu langsung teringat Rania. Wajah dan bajunya sama dengan noda merah di dadanya. Namanya sama, Rania yang tertabrak di tol Cikampek sejam lalu. Mila dan Adi hanya saling tatap dan buru-buru keluar dari kamar yang mencekam itu.

Pemain Basket di Hostel Murah

Cerita horor ini tentang traveling murah seorang Cantika. Ia selalu menyempatkan pergi ke belahan dunia lain dengan budget pas-pasan. Tentu, hostel murah adalah sahabatnya. Kala itu ia tengah pergi ke Jepang dan menginap di sebuah hostel murah. Dari awal masuk, hostel tersebut memang tampak tua. Langkah kaki Cantika selalu terdengar dengan kayu yang berderit kala diinjak. Debu yang lumayan tebal di jendela hostel, sarang laba-laba di langit-langit lobby, serta kamar mandi yang lumayan remang-remang.

Cantika sudah lelah saat itu. Ia tinggal di sebuah kamar asrama berisi 6 orang. Namun, saat itu hanya ia yang mengisi kamar. Saat ia tengah terlelap, ia mendengar suara bola basket disertai tawa anak kecil dari langit-langit kamar. Cantika terbangun dan segera melihat langit kamar yang berdenyit dan berdentum akibat bola basket. Perempuan itu pun segera tercekat, diam, bulu kuduknya merinding, dan berusaha menutup mata. Nahas, suara bola basket itu pun terus mendekat seperti ada di hadapannya. Ia berbalik arah tidur, kasurnya seperti tergoyang. Merasa tidak aman, Cantika pun keluar kamar namun pintu tak dapat dibuka. Ia meringis saat bola basket itu ada di depannya. Ia tak sadarkan diri sampai pagi tiba.

Cinta Buta Mantan Suami

Dia adalah Mawar, perempuan yang pernah menikah dan memiliki anak laki-laki. Mantan suaminya bekerja sebagai satpam di pabrik sepatu milik China. Perceraian Mawar dan suaminya diakibatkan karena perselingkuhan. Ya, suami Mawar selingkuh dengan teman kerjanya. Meskipun Mawar dan suaminya telah bercerai, keduanya memiliki hubungan yang baik-baik saja dan masih berkomunikasi.

Suatu hari, Mawar bertingkah aneh dan tidak biasanya. Ia berdandan menor a la pekerja malam seperti untuk menemui cowok ganteng berduit. Ia kenakan dempul yan tebal dengan eyeliner yang tak lebih mirip Suzana. Bibir merahnya begitu merona sampai lipstik arabnya keluar dari garis bibir.

Selain nampak menor, Mawar juga bertingkah seperti pembunuh. Ia membawa pisau dapur dan mengarahkan mata pisau ke anaknya hasil dari pernikahan kedua. Ya, Mawar menikah lagi setelah bercerai. “Bunuh kau!!! Aku bunuh kau!!!” ujar Mawar kepada anaknya yang masih berusia dua tahun.

Tingkah ketiga, adalah Mawar yang senantiasa menyanyikan kidung sunda setiap malam. Tak heran, keluarganya pun langsung memanggil ustaz untuk tindakan. Mawar diruqyah akibat kehilangan akal. Setelah diberi siraman ruqyah, satu persatu makhluk yang berdiam diri di tubuh Mawar keluar.

Ruqyah pertama keluarlah makhluk di dalam tubuh mawar yang suka berdandan. Kedua, makhluk gaib yang ingin membunuh anak, ketiga adalah makhluk yang suka bernyanyi. Dan seterusnya sampai ada 10 makhluk dengan watak berbeda.

Usut punya usut, diketahui, makhluk itu adalah kiriman dari suami pertamanya yang dulu. Setelah menghubungi mantan suaminya, benar saja satpam itu mengakui perbuatannya. Ia bertindak jahat seperti itu lantaran tidak ingin pisah dengan Mawar. Tindakan bodoh dengan mengirim makhluk gaibnya itu ia lakukan kepada dukun yang dibayar dari uang hasil pinjaman. Tapi, sampai cerita horor ini ditulis, mantan suaminya tetap mengirim makhluk gaib ke dalam tubuh Mawar tanpa ampun.

Sumur Mistis di Sukabumi

Di sebuah desa di Sukabumi, tersebutlah Zaenal anak berusia 10 tahun yang sejak kecil sudah diajak bapaknya bekerja di sawah. Tak hanya itu, ia pun selalu membantu ibunya untuk menimba air dari sumur di belakang rumahnya. Setiap pagi, Zaenal menimba air dari sumur sembari bercengkerama dengan anak kecil. Ia selalu senang jika disuruh ibunya mengambil air untuk mencuci piring dan baju karena ia bisa bermain air bersama temannya. Sampai saat ini ibunya tidak tahu bahwa Zaenal memiliki teman.

Suatu hari, Zaenal tertawa dan mencipratkan air hasil timbaannya. Ibunya menunggu sedari tadi karena ingin mencuci piring. Saat ibunya keluar, ibunya bingung karena ia berbicara sambil tertawa kepada seseorang.

“Ibu, maaf ini airnya. Beben nakal bu,” kata Zaenal.

Sontak ibunya kaget. Beben, siapa dia? Saat ibunya melihat ke dalam sumur, tidak ada siapa-siapa. Hanya air yang berwarna merah darah dan bau bangkai menyengat. Zaenal terdiam, karena melihat ibunya menutup hidung dan menyeka air mata. Jadi, selama ini, Zaenal bermain dengan Beben yang jatuh dari sumur. Beben adalah kakaknya Zaenal yang meninggal di sumur saat ibunya menggendong Beben sambil menimba air. Tak tertolong, Beben pun menghilang ditelan pusaran air dari sumur horor itu. Sampai saat ini, sumur tersebut jadi cerita horor warga Sukabumi.

BACA JUGA : Thread Horor di twitter, serem tapi nagih!

Bah Jambrong Penghuni Pohon Beringin

Orang dulu bilang kalau anak-anak enggak boleh deket sama Pohon Beringin. Katanya ada penunggunya bernama Bah Jambrong. Namanya anak-anak, ada saja yang pernah mendekati pohon itu. Dimas namanya.

Dimas sudah diingatkan berkali-kali oleh ibunya supaya tidak mendekati pohon beringin itu. Keramat, katanya. Tapi, Dimas sedang mengejar layangan yang putus dan jatuh di pohon beringin. Tak menghiraukan nasihat ibunya, Dimas mendekati pohon tersebut demi sebuah layangan putus.

Alam pun menuju senja, Dimas belum kunjung datang ke rumah. Ibunya khawatir bukan kepalang. Hingga akhirnya malam tiba, ibunya menangis tak karuan. Anaknya hilang entah kemana, seluruh warga mencari Dimas. Namun, Dimas tak kunjung ditemukan, pencarian pun dilanjutkan esok hari.

Di malam hari, ibunya Dimas bermimpi buruk. Ia memimpikan anaknya tengah dipeluk oleh makhluk besar berkuku panjang, rambutnya gondrong, dan anaknya sedang menangis teriak. Makhluk berbadan besar itu bernama Bah Jambrong memegang kaki Dimas terbalik sambil berteriak. Ibunya pun bangun dan menangis.

Setelah tiga hari pencarian, warga pun mendekati pohon beringin keramat itu. Benar saja, Dimas ditemukan di atas pohon dalam keadaan meninggal dan berdarah. Badannya telah dimakan burung gagak. Sejak saat itu, pohon tersebut dipagari supaya tidak ada anak-anak yang datang ke sana.

Penjual Coet Jembatan Cikapayang

Cerita horor ini berasal dari Kota Bandung. Siapa yang tidak kenal dengan Jembatan Cikapayang yang panjang dan gelap saat malam hari. Di siang hari, biasanya terdapat penjual coet yang mangkal di bawah jembatan. Sampai sekarang, penjual coet ini masih ada meskipun umurnya sudah tua.

Penjual coet tak punya rumah berteduh, Berbekal alas terpal, penjual coet ini tidur di bawah jembatan. Suatu hari pukul 02.00, terdapat segerombolan geng motor yang mabuk sambil membawa motor ugal-ugalan. Sampai pada kecelakaan itu tiba, penjual coet tertabrak motor salah satu geng karena menabrak trotoar hingga motornya terpental ke badan penjual coet. Penjual itu pun meninggal di tempat, geng motor kabur.

Sampai saat ini, jika ada pengendara motor gede lewat pukul 02.00 malam di bawah Jembatan Cikapayang, penjual coet akan berdiri di tengah jalan sambil menggendong coetnya.

Anakku Bersamaku

Sebuah keluarga terkena kecelakaan maut. Ayah dan anaknya meninggal saat dibawa ke rumah sakit, sedangkan ibunya mengalami luka parah. Untungnya, ibunya masih selamat meskipun kaki kanannya terluka.

Setelah kejadian nahas tersebut, ibunya sendirian. Merasa sepi dan semakin sakit menjadi-jadi. Padahal, kejadian itu sudah setahun berlalu. Namun, perasaan takut, trauma, dan luka pada kakinya semakin menganga. Terkadang ibunya tak mampu berdiri, bahkan ia seperti menanggung beban luar biasa di pundaknya.

Setiap pagi ia keluar rumah untuk membeli makan di warteg sebelah. Setiap ia datang, anak pemilik warteg selalu melihat kaki sang ibu. Setelah beberapa bulan berlalu, akhirnya anak pemilik warteg berkata pada ibunya. Bahwa ada anak yang memeluk dan berpegangan tak mau lepas di kaki kanan sang ibu setiap hari. Kuku sang anak menghujam semakin dalam ke kulit kaki kanan sang ibu. Semakin hari semakin sakit sampai tidak bisa jalan.

“Kalau memang begitu, tak apa-apa asalkan anakku selalu bersamaku,” ujar sang ibu.

Kisah Cinta Beda Alam

Seorang pemuda dari Cirebon datang ke pesugihan di Batu Besar. Ia berharap ingin cepat kaya karena sudah bosan menjalani kehidupan sebagai seorang pemulung sampah. Ia mendatangi pesugihan dan memberikan sesajen. Akhirnya ia pulang dan bermimpi bertemu dengan ratu ular putih.

Syarat untuk menjadi kaya harus menikahi ratu ular putih. Setiap malam Jumat, ratu ular putih datang ke rumahnya untuk berpacaran. Lama kelamaan, pemuda itu mencintai Ratu ular putih baik kaya ataupun tidak, itu tidak jadi masalah baginya. Yang penting, pemuda itu tetap bersama dengan ratu ular putih.

Setahun kemudian, pemuda itu ditemukan meninggal pada malam Jumat di kamarnya. Orang-orang bilang bahwa pemudia itu tidak benar-benar meninggal. Tapi, cerita horor ini membawa kisah bahwa pemuda itu dibawa ke alam lain untuk menjadi pelayan Ratu Ular putih.

BACA JUGA : Cari Kosan yang Enggak Nyeremin, Ini Kiatnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *