Pidi Baiq

Iya.. iyaa. masih kaming sun. Tenang, kengkawan. Mimin juga pusing banget pengin segera baca buku Helen dan Sukanta ini. Berbagai spoiler mini sudah diunggah di instagram. Tapi, rilisnya tak kunjung datang. Sabar ya, sayang.

Helen dan Sukanta memang sangat meresahkan warganet. Buaiannya sudah dirasa meski dari layar henpon. Belum lagi quotes yang membuat kita semakin ingin memiliki novel itu. Karya Ayah memang selalu ditunggu.

Selagi menunggu semuanya rampung dan buku siap ditampung (sama kamu dong kengkawan), mari mimin kasih bocoran beberapa hal yang akan kamu dapatkan kalau kamu membaca buku ini. Makanya, jujur mimin kasih tahu, kamu kudu ikutan pre-order kalau udah dibuka ya.

Oya, takut kelupaan, ini nih katanya hal-hal yang kamu akan dapatkan kalau baca Helen dan Sukanta!

Kebahagiaan

Katanya, habis baca ini kamu bakal mendapatkan kebahagiaan. Baik dari isi novel lantaran kisah dan perjalanannya yang terlalu indah untuk dibaca. Kebahagiaan akan tumbuh dalam hatimu selesai merampungkan novel ini. Percaya deh sama mimin.

Perjalanan Waktu

Barangkali kita lupa bahwa waktu senantiasa berputar. Tak terasa tahun-tahun segera berakhir. Dari novel ini kita membaca perputaran waktu puluhan tahun silam. Kita tidak merasakannya, tetapi novel ini menyuguhkannya dengan apik. Tahun 1920-an dengan segala deskripsinya membuatmu larut dalam waktu tersebut.

Kesetiaan

Klasik, tentu. Kesetiaan memang seringkali jadi kata yang sulit diungkapkan lantaran setia ada dalam tindakan. Kesetiaan seorang insan yang ada di novel ini membuat kamu luluh tak berdaya. Mampu membuat kamu mengerti dan memahami bahwa kesetiaan itu adalah sikap terjujur dari dalam diri.

Cinta Tulus

Berbanding lurus dengan kesetiaan, cinta tulus adalah hal yang menyertainya. Ketulusan cinta akan membawa kesetiaan. Semua itu akibat dari tindakan yang mampu membuat cinta. Entah kebaikan-kebaikan kecil atau ungkapan yang tak disangka mampu membuat cinta lebih serius.

Kesetaraan Sosial

Helen dan Sukanta akan menggambarkan cerita dan isu yang ada di zaman Belanda. Latar waktu tahun 1924 membuat novel ini banyak menyesuaikan cerita seperti zaman itu. Riset sejarah tentu dilakukan supaya pembaca mampu larut dalam setiap bab cerita. Kesetaraan sosial juga menjadi salah satu isu di balik cerita yang akan kamu tangkap setelah membacanya.

BACA JUGA : HELEN GADIS BELANDA JATUH CINTA PADA PERJAKA KAMPUNG BANDUNG SELATAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

error

Please follow & like us :)